Sunday, February 21, 2016

Rangkuman Mandarin Kelas 9 SMP - Semester 1

BAB I - 厨子的宝

  • Kosakata
    • 放晴; fàng qíng; cerah
    • 保管; bǎo guǎn; jaga/simpan
    • 发霉; fā méi; menjamur
    • 跛脚; bǒ jiǎo; pincang/timpang
    • 声; lián shēng; berturut-turut mengatakan
    • 赏赐; shǎng cì; menghadiahi
    • 厨子; chúzi; koki
    • 晒; shài; jemur
    • 财神; cái shén; dewa kekayaan
    • 缺角; quē jiǎo; kekurangan sudut
    • 纠缠; jiū chán; ganggu
    • 治; zhì; mengobati
    • 苦苦哀求; kǔ kǔ āi qiú; memohon dengan sabar tanpa henti
    • 喜出望外; xǐ chū wàng wài; gembira sekali
    • 元宝; yuán bǎo; harta kekayaan

BAB II - 买仁义

  • Kosakata:
    • 互相推诿; hù xiāng tuī wěi; saling menyalahkan
    • 投靠; tóu kào; mencari perlindungan
    • 召集; zhào jí; mengumpulkan
    • 借据; jiè jù; surat piutang
    • 仁义; rén yì; manusiawi/belas kasihan
    • 得罪; dé zuì; menyinggung/menghina/menjengkelkan hati
    • 相随; xiāng suí; mengikuti
    • 欠债; qiàn zhài; hutang
    • 维持; wéi chí; mempertahankan
    • 当众; dāng zhòng; di depan umum
    • 阔绰; kuò chuò; murah hati
    • 体恤; tǐ xù; mengasihani
    • 假装; jiǎ zhuāng; pura-pura
    • 失势; shī shì; kehilangan kekuasaan
    • 发配; fā pèi; dibuang/diusir/diasingkan
    • 开销; kāi xiāo; biaya
    • 任务; rèn wù; tugas
    • 怀才不遇; huái cái bù yù; mempunyai kemampuan tetapi kurang dihargai
    • 入不敷出; rù bù fū chū; besar pasak daripada tiang
    • 一笔勾销; yī bǐ gōu xiāo; menghapus/tidak mempermasalahkan segala utang/perihal yang terjadi pada masa lalu

BAB III - 万里长城

  • Kosakata:
    • 游牧民族; yóu mù mín zú; bangsa nomaden
    • 代表性; dài biǎo xìng; wakil/mewakili
    • 工程; gōng chéng; proyek
    • 规模; guī mó; skala/ukuran
    • 环绕; huán rào; mengelilingi
    • 抵挡; dǐ dǎng; menahan/mempertahankan
    • 领土; lǐng tǔ; wilayah kekuasaan
    • 历代; lì dài; setiap era/dinasti
    • 边境; biān jìng; perbatasan
    • 捍卫; hàn wèi; membela
    • 联想; lián xiǎng; terpikirkan
    • 强制; qiáng zhì; memaksa
    • 石砖; shí zhuān; bata
    • 修建; xiū jiàn; membangun
    • 雄伟; xióng wěi; megah
    • 列; liè; baris
    • 草原; cǎo yuán; padang rumput
    • 沙漠; shā mò; gurun
    • 统一; tǒng yī; mempersatukan
    • 平均; píng jūn; rata-rata
    • 宽; kuān; lebar
    • 墙; qiáng; tembok
    • 北京; běi jīng; Beijing
    • 万里长城; wàn lǐ cháng chéng; tembok raksasa
    • 世界; shì jiè; dunia

Sumber : https://geraltriwnatalia.wordpress.com/2016/02/06/rangkuman-4-pelajaran-kk-2013-kelas-9/

Rangkuman Matematika Kelas 9 SMP - Semester 1

BAB I - BILANGAN BERPANGKAT DAN BENTU

Pangkat Bulat Positif
  • Sifat 1
    an x an = am + n
  • Sifat 2
    am : an = am – n, m > n
  • Sifat 3
    (am)n = am x n
  • Sifat 4
    (a x b)m = am x bm
  • Sifat 5
    (a : b)m = am : bm

Pangkat Bulat Negatif
Gambar:38.jpg

Bentuk Akar
Bentuk akar adalah akar dari suatu bilangan yang hasilnya bukan bilangan Rasional. Bentuk akar dapat disederhanakan menjadi perkalian dua buah akar pangkat bilangan dengan salah satu akar memenuhi definisi
√a2 = a jika a ≥ 0, dan –a jika a < 0

Gambar:42.jpg
Gambar:46.jpg
Merasionalkan Penyebut
Dalam perhitungan matematika, sering kita temukan pecahan dengan penyebut bentuk akar, misalnya Gambar:47.jpg

Agar nilai pecahan tersebut lebih sederhana maka penyebutnya harus dirasionalkan terlebih dahulu. Artinya tidak ada bentuk akar pada penyebut suatu pecahan.

 BAB II - POLA, BARISAN, DAN DERET

Pola bilangan adalah aturan terbentuknya sebuah kelompok bilangan dengan suatu aturan yang telah diurutkan. Macam-macam pola bilangan dengan pola-pola tertentu. Misalnya pada kalender terdapat susunan angka-angka baik mendatar, menurun, diagonal (miring).
Jenis dan Bentuk Pola Bilangan
1. Bilangan asli
Barisan bilangan : 1,2,3,4,5,…
pola bilangan: n, n bilangan asli
2. Bilangan Genap
Barisan bilangan: 2, 4, 6, 8, 10, …
Pola bilangan: 2n, n bilangan asli
3. Bilangan ganjil
Barisan bilangan : 1,3,5,7,9,…
pola bilangan: 2n – 1, n bilangan asli
4. Bilangan persegi
Barisan bilangan: 1, 4, 9, 16, …
Pola bilangan: n2, n bilangan asli
5. Bilangan segitiga
Barisan bilangan : 1,3,6,10,…
Pola bilangan: n (n + 1), n bilangan asli
6. Bilangan persegipanjang
Barisan bilangan: 2, 6, 12, 20, …
Pola bilangan: n (n+1), n bilangan asli
7. Bilangan Segitiga Pascal
Barisan bilangan : 1,2,4,8,16, …
Pola bilangan: 2 n – 1, n bilangan asli

Barisan Aritmetika
Barisan Aritmetika adalah suatu barisan bilangan dengan pola tertentu berupa penjumlahan yang mempunyai beda (selisih) yang sama/tetap. Suku-sukunya dinyatakan dengan:
U1, U2, U3, ….Un
a, a+ b, a+2b, a + 3b, …., a + (n-1) b

Selisih(beda) dinyatakan dengan b:
b = U2 – U1 = U3 – U2 = Un – Un – 1

Suku ke n barisan aritmetika (Un) dinyatakan dengan rumus:
Un = a + (n-1) b
Keterangan:
Un = suku ke n dengan n = 1,2,3, …
a = suku pertama →U1 = a
b = selisih/beda

Deret Aritmetika
Deret Aritmetika merupakan jumlah suku-suku pada barisan aritmetika. Bentuk umum deret aritmetika:
a + (a + b) + (a+2b) + (a+3b) + …+ (a+(n-1)b )

Jumlah suku sampai suku ke n pada barisan aritmetika dirumuskan dengan:
Sn = (2a + (n-1) b ) atau Sn = ( a + Un )

Barisan Geometri
Barisan Geometri adalah suatu barisan bilangan dengan pola tertentu berupaperkalian yang mempunyai rasio yang sama/tetap. Suku-sukunya dinyatakan dengan:
U1, U2, U3, ….Un
a, ar, ar2, ar3, …., arn – 1

Rasio dinyatakan dengan r :
r = Un/Un-1

Suku ke n barisan Geometri (Un) dinyatakan dengan rumus:
Un = a . r n – 1

Keterangan:
Un = suku ke n dengan n = 1,2,3, …
a = suku pertama→U1 = a
r = rasio

Deret Geometri merupakan jumlah suku-suku pada barisan geometri. Bentuk umum deret geometri:
a + ar + ar2 + ar3 + … + arn – 1

Jumlah suku sampai suku ke n pada barisan geometri dirumuskan dengan:
Jika Rasio (r) > 1 →Sn = a(rn-1)/r-1
Jika Rasio 0 < (r) < 1 →Sn = a(1-rn)/1-r

BAB III - PERBANDINGAN BERTINGKAT

Perbandingan adalah membandingkan 2 nilai atau lebih dan suatu besara yang sejens dan dinyatakan dengan cara sederhana.

Perbandingan senilai adalah perbandingan dua besaran dimana jika suatu besaran semakin besar maka besaran yang lain juga akan semakin besar. (ab=bp)

Perbandingan berbalik nilai adalah perbandingan dua besaran dimana jika satu besaran semakin besar maka besaran lain semakin kecil atau sebaliknya. (b/a=p/q)


Sumber : https://geraltriwnatalia.wordpress.com/2016/02/06/rangkuman-4-pelajaran-kk-2013-kelas-9/

Saturday, February 20, 2016

Rangkuman Penjasorkes Kelas 9 SMP - Semester 1

BAB I - PERMAINAN BOLA BESAR

SEPAK BOLA
1)    Teknik Dasar Permainan Sepak Bola.
•    Menendang Bola
Tujuan dalam menendang bola dalam hal ini adalah  untuk mengumpan, menembak ke gawang agar Ter jadi gol,dan untuk menghalau atau menyapu dalam rangka menggagalkan serangan atau permainan lawan.
•    Mengontrol Bola
Tujuan mengontrol bola adalah untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan memudahkan untuk mengoper dan mengumpan bola.
•    Menggiring Bola
Begitu anda telah menguasai bola, mungkin anda ingin melakukan operan atau tembakan langsung tapi hala yang paling menarik dari bola adalah membiarkan bola tetap dalam kendali anda dan menggiringnya di lapangan. Bila anda memperhatikan penggiring bola yang baik, bola tersebut seolah –olah menempel pada kakinya pada saat dia sedang lari. Tujuan inilah yang harus dicapai.

2)    Peraturan Permainan Sepak Bola

a.    Lapangan Sepak Bola
Bentuk lapangan .Lapangan sepak bola berbentuk empat persegi panjang dengan panjang antara 91,8m-120m, lebarnya antara 46,9m-91,8 (untuk petandingan internasional panjang lapangan antara 100m-110m Danlebarnya antara 64,26m-73,44m).

Pembatasan lapangan. Lapangan permainan dibatasasi dengan garis yang jelas lebarnya tidak lebih 15cm. bendera sudut lapangan tidak lebih dari 1,5m. dan diletakkan pada keempat sudut lapangantitik tengah lapangan ditandai dengan titikyang jelas dan dikelilingi lingkaran tengah dengan jari-jari 9,15m.Garis kotak gawang. Didepan gawang terdapat garis gawang sepanjang 18,30m yang berjarak 5,5m didepan gawang.

Daerah penalti. Pada setiap ujung lapangan digambar dua garis sejajar dengan panjang lapangna dan berjarak masing-masing 16,5m dari tiang gawang. Garis ini disatukan oleh sebuah garis lain yang panjangnya 40,3m sejajar dengan  lebar lapangan sejauh 16,5m didepan gawang. Daerah yang diapit oleh garis ini disebut daerah tendangan hukuman. Didalam daerah hukuman terdapat sebuah titikyang jaraknya 11m dari titik tengah garis gawang.Daerah sudut pada setiap bendera sudut terdapat seperempat lingkaran yang berjari –jari 1 meter.

b.    Gawang.
Gawang diletakkan ditengah garis gawan, yang terdiri dari dua tiang tegak, yang tingginya 2,44m dan dihubungkan bdenan tiang horizontal (*yang panjangnya 7,32m). lebar tiang gawang tidak boleh lebih dari 15cm.

c.    Bola.
–    Bola berbentuk bulat, bagian luar terbuat dari kulit atau bahan lain yang tidak membahayakan
–    Keliling bola tidak lebih dari 71cm dantidak kurang dari 68cm.
–    berat bola tifak lebih dari 453 gram dan tidak kurang dari 396 gram
–    Tekanan udara 0,6-1,1 atmosfir

d.    Jumlah Pemain.
•    Jumlah pemain 11 orang salah satu diantaranya sebagai penjaga gawang.
•    Jumlah pemain cadangan dari setiap regu maksimal 7 orang
•    Nama pemain cadangan harus diserahkan ke panitia pertandingan agar dapat ikut bertanding

BOLA VOLI

1)    Teknik Permainan Bola Voli

a.    Servis
Servis adalah pukulan atau penyajian bola sebagai serangan pertama kali ke daerah lawan dan sebagai tanda permulaan permainan. Servis tidak hanya sebagai permulaan permainan ataupun sekedar menyajikan bola tetapi hendaknya diartikan sebagai serangan awal untuk mendapatkan angka agar regunya memperoleh kemenangan. Servis dilakukan oleh pemain belakang kanan yang berada didaerah servis untuk memukul bola yang diarahkan ke daerah lawan.
•    Servis tangan bawah
Servis tangan bawah adalah jenis yang paling mudah dilakukan di bandingkan dengan jenis servis yang lain . dengan demikian,servis tangan bawah merupakan servis yang pertama kali untuk dipelajari dan ditujukan bagi pemula.  Kelemahan servis  tangan bawah adalah mudah diterima dan lintasannya melambung tinggi sehingga mudah diantisipasi oleh lawan
•    Servis Mengambang
Servis mengambang dipelajai setelah servis tangan bawah dapat dilakukan dengan konsisten. Disebut mengambang kareba gerakan bola dari hasil pukulan servis tidak mengandung putaran (bola berjalan mengapung atau mengambang). Kelebihan servis mengambang ini adalah bola sulit diterima oleh pemain lawan karena bola tidak bergerak dalam satu lintasan lurus dan kecepatan bola tidak teratur. Disamping itu gerakan bola melayang kekiri dan kekanan atau keatas dan bawah sehingga arah datangnya bola sulit diprediksi pemain lawan,  sedangkan kelemahannya adalah tidak bertenaga,terkadang bola bergerak keatas hingga keluar.
•    Servis topspin
Servis topspin mermpunyai kelebihan bola bergerak dan jatuh tepat dengan cepat. Sedangkan kalemahannya adalah bola melayang dengan stabil, lebih sulit dilakukan ,tingkat konsistensi lebih rendah.
•    Servis mengambang melingkar
Servis menagambang melinkar mempunyai beberapa keuntungan diantaranya adalah menggnakan kumpulan otot yang lebih besar, tidak memerlukan banyak tenaga,bola diservis pada posisi lapangan lebih dalam. Adapun kelemahan servis ini adalah posisi tubuh tidak menghadap kearah lawan dan gerakannya tidak biasa dijumpai dalam cabang olahraga lain.

b.    Passing
Passing dalam permainan bola voli adalah usaha seorang pemain bola voli dengan menggunakan teknik tertentu untuk mengoper bola yang dimainkan kepada teman seregunya. Passing dapat dilakukan dengan dua tangan  atau  satu  tangan.  Passing dapat dilakukan dari atas (pass atas) dan dari bawah (pass bawah).

c.    Smash
Smash adalah pukulan bola yang menukik kearah lapangan lawan.

d.    Block
Block merupakan benten pertahanan yang utama untuk menangkis serangan lawan. Juika ditinjau dari teknik gerakan,blokbukanlah merupakan teknik yang sulit. Namun keberhasilan suatu blok presentasenya relative kecil karena bola smash yang akan diblok,arahnya dikendalikan oleh lawan(lawan selalu berusaha menghindari blok tesebut). Keberhasilan suatu blok dapat ditentukan oleh ketinggian loncatan dan jangkauan tangan pada bola yang sedang dipukul lawan.

 2)    Lapangan Permainan
Lapangan permainan bola voli  berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 18 m dan lebar 9 m, semua garis batas lapangan, garis tengah, garis daerah serang adalah 3 m (daerah depan). Garis batas itu diberi tanda batas dengan menggunakan tali, kayu, cat/kapur, kertas yang lebarnya tidak lebih dari 5 cm. lapangan permainan bola voli  terbagi menjadi dua bagian sama besar yang masing-masing luasnya 9 x 9 meter. Di tengah lapangan dibatasi garis tengah yang membagi lapangan menjadi dua bagian sama besar. Masing-masing lapangan terdiri dari atas daerah serang dan daerah pertahanan. Daerah serang yaitu daerah yang dibatasi oleh garis tengah lapangan dengan garis serang yang luasnya 9 x 3 meter.
a.    Daerah Service
Daerah service adalah daerah selebar 9 meter di belakang setiap garis akhir. Daerah ini dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm yang dibuat 20 cm di belakang garis akhir, sebagai kepanjangan dari garis samping. Kedua garis pendek tersebut sudah termasuk di dalam batas daerah service, perpanjangan daerah service adalah kebelakang sampai batas akhir daerah bebas.
b.    Jaring (Net)
Jaring untuk permainan bola voli  berukuran tidak lebih dari 9,50 meter dan lebar tidak lebih dari 1,00 meter dengan petak-petak atau mata jaring berukuran 10 x 10 cm, tinggi net untuk putra 2,43 meter dan untuk putri 2,24 meter, tepian atas terdapat pita putih selebar 5 cm.
c.    Antene Rod
Di dalam pertandingan permainan bola voli  yang sifatnya nasional maupun internasional, di atas batas samping jaring dipasang  tongkat atau rod yang menonjol ke atas setinggi 80 cm dari tepi jaring atau bibir net. Tongkat itu terbuat dari bahan fibergelas dengan ukuran panjang 180 cm dengan diberi warna kontras.


BOLA BASKET

1)    Teknik Dasar Pemainan Bola Basket

a.    Melempar dan menangkap bola

1.    Lemparan tolakan dada dengan dua tangan
Lemparan atau operan ini merupakan gerakan yang paling banyak dilakukan pada permainan basket. Operan ini sangat bermanfaat untuk operan jarak pendek, dengan perhitungan demi kecepatan dan ketepatan, terutama saat teman yang menerima tidak dijaga dengan ketat.

2.    Lemparan samping
Lemparan samping berguna untuk operan jarak sedang sampai jarak jauh yaitu antara 8 m sampai 20 m atau lebih.

3.    Lemparan diatas kepala dengan dua tangan

Operan ini biasanya digunakan oleh pemain-pemain yang mempunyai postur tubuh tinggi,untuk menggerakkan bola diats kepala sehingga melampaui raihan tanganlawan.

4.    Lemparan pantulan

Lemparan pantulan dilakukan jika pemain lawan berdiri agak jauh, digunakan juga untu lemparan operan terobosan kepada temannya.

5.    Lemparan bawah dengan dua tangan

Lemparan bawah dengan dua tangan sangant baik dilakukan untuk operan jarak dekat terutama bila lawan melakukan penjagaan satu lawan satu.

b.    Menggiring Bola

Menggiring bola adalah suatu udajha untuk membawa bola kedaerah lawan. Pemainbasket boleh membawa lebih dari satu langkah.asalkan bola sambil dipantlkan, baik dengan berjalan maupun berlari. Dribel dapat dilakukan dengan tangan kiri atau tangan kanan secara bergantian, tetapi tidak boleh dengan kedua tangan secara bersamaan. Menggiring bola sangan bermanfaat untuk mencari peluang serangan terhadap lawan, menyusup pertahanan lawan, mengacaukan petahanan lawan ,dan mempelambat tempo permainan.

c.    Lay – Up (langkah menyerang)

Lay-up atau melangkah melayang adalah melangkah yang dilakukan dengan melayang untuk mendekati basket/keranjang, biasanya setelah lay-up dilanjutkan dengan tembakan  kearah basket dengan tenaga yang sedikit sehingga seolah-olah bola itu diletakkan kedalam basket. Gerakan melangkah dlapat dilakukan dari menerima bola atau kegiatan menggiring bola. Lay-up tidak harus dilanjutkan dengan tembakan kearah jaring, tetapi dapat juga dilanjutkan dengan mengoper atau mengumpan kepada temannya.

d.    Menembak (shooting)
Menembak atau shooting dapat dilakukan dengan beberapa cara ,yaitu:
1.    Menembak satu tangan diatas kepala
Menembak satu tangan diatas kepala harus diutamakan,sebab kecepatan menembak lebih terjamin dan koordinasi lebih mudah dikuasai ,bila dibandingkan dengan tembakan lain.
2.    Menembak loncat dengan dua tangan
Menembak loncat dengan dua tanganbagi pemula harus diawali dengan gerakan –gerakan tanpa bola ,kemudian dilanjutkan dengan enggunakan bola dengan arah tinggi melengkung menuju kawan didepannya.
3.    Tembakan kaitan
Tembakan kaitan adalah tembakan dengan sikap miring atau menyamping keranjang dan bola dilepakan dari jarak jauh dari basket atau lawan sehingga lawan sulit untuk  membendungnya. Tembakan ini sangat efektif untuk penyerangan jarak dekat jika daerah pertahanan lawan dijaga ketat.

e.    Gerakan pivot
Pivot merupakan gerakan yang berfungsi untuk melindungi bola dari lawan. Gerakan pivot dilakukan dengan memutar badan kesegala arah dengan salah satu kaki sebagai tumpuan (poros). Pivot harus mahir dilakukan oleh pemain yang berpostur tinggi yang diletakkan didekat ring basket agar mudah melakukan tembakan. Dengan gerakan pivot,seorang pemain dapat mencari peluang untuk mengoper bola,menggiring,atau melakukan tembakan.

2)    Lapangan Permainan, waktu, dan jumlah pemain bola basket
Lapangan bola basket berbentuk persegi panjang dengan dua standar ukuran, yakni panjang 28,5 meter dan lebar 15 meter untuk standar National Basketball Association dan panjang 26 meter dan lebar 14 meter untuk standar Federasi Bola Basket Internasional. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.

Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2 orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.

Waktu permainan 4 x 10 menit jika berpedoman dengan aturan Federasi Bola Basket Internasional. Versi National Basketball Association waktu bermain adalah 4 x 12 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.
Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm – 78 cm. Sedangkan berat bola adalah 600 – 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80 meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 – 1,40 meter.

Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59 meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.

Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis akhir adalah 1 meter.

Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.

BAB II - PERMAINAN BOLA KECIL

BULU TANGKIS

Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu:
1. Tunggal putra
2. Tunggal putri
3. Ganda putra
4. Ganda putri
5. Ganda campuran

Lapangan dan jaring
Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.

Perlengkapan:

Raket
Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.
 
Senar
Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalahsenar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.
 
Cock
Cock adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga cock dari plastik.

Sepatu            Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.
Area permainan
Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring dilapangan bulu tangkis.Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis. Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan “keluar”. Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.
Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.

Teknik Dasar Permainan Bulu Tangkis
o   Cara Memegang Raket Pegangan raket ada tiga macam, yaitu:
1. Pegangan forehand (pegangan dasar) Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.
2. Pegangan backhand. Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehead.
3. Pegangan pukul kasur/Amerika. Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan antar ibu jari dan jaritelunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar
4. Pegangan campuran

o   Teknik Pukulan.
Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulitangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapangan lawan. Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, yaitu:
1. Pukulan Servis. Pukulan servis merupakan pukulan degan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam pukulan servis, yaitu: a. Pukulan servis pendek b. Pukulan servis panjang c. Pukulan servis mendatar d. Pukulan servis cambuk
2. Pukulan Lob. Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan.
Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:a. Overhead lob, yaiutu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang. b. Underhand lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang.

TENIS MEJA

Tenis meja, atau ping pong (sebuah merek dagang), adalah suatu olahraga raketyang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. Di Republik Rakyat Cina, nama resmi olahraga ini ialah “bola ping pong”. Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bat, sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja. Induk Olahraga tenis meja di Indonesia adalah PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) dan di dunia adalah ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya mencapai 215 negara dan PTMSI tercatat sebagai Anggota ITTF sejak tahun 1961.

Peralatan Permainan:
 
Raket
Raket terbuat dari lapisan kayu tipis yang pada permukaannya dilapisi karet khusus. Ukuran panjangnya adalah 6.5 inchi (16.5 cm) dan lebar 6 inchi (15 cm). Lapisan tipis ini bisa di tambahkan lapisan fiber glas, karbon atau bahan lain sehingga bat menjadi ringan dan tahan getar.
 
Bola
Bola tenis meja berdiameter 40 mm berat 2,7 gram.[3] Biasanya berwarana putih atau orange dan terbuat dari bahan selluloid yang ringan. Pantulan bola yang baik apabila djatuhkan dari ketinggian 30,5 cm akan menghasilkan ketinggian pantulan pertama antara 24-26 cm. Pada bola pingpong biasanaya ada tanda bintang dari bintang 1 hingga bintang 3, dan tanda bintang 3 inilah yang menunjukan kualitas tertinggi dari bola tersebut yang biasanya digunakan dalam turnamen-turnamen resmi.
 
Meja lapangan
 
Pegangan forehand
 
Pegangan backhand

Rangkuman SBK Kelas 9 SMP - Semester 1

BAB I - SENI LUKIS

Pengertian dari seni lukis
Seni lukis merupakan salah satu contoh seni rupa murni yang mengutamakan nilai estetika daripada nilai guna. Pada umumnya, sebuah karya seni lukis merupakan suatu gambaran atau ungkapan ekspresi dari seorang pelukis.

Jenis-jenis aliran seni lukis
-Romantisme
Aliran romantisme merupakan aliran seni lukis yang mengungkapkan sebuah kejadian atau peristiwa yang dianggap menarik dan istimewa. Karya aliran romantisme cenderung kaku dan statis. Berikut ciri-ciri aliran romantisme : Tema kejadian yang mengenaskan ,Ungkapan penuh gerak dan berlebihan ,Cenderung didramatisir ,Cenderung menggunakan warna-warna cerah.
-Realisme
Aliran realisme cenderung menghasilkan karya yang mengungkapkan fenomena nyata yang terjadi di alam dan kehidupan yang dialami secara objektif. Aliran ini merupakan bentuk sanggahan terhadap aliran klasisme yang statis dan romantisme yang berlebihan. Berikut ciri-ciri aliran realisme : Cenderung sesuai dengan fakta-fakat dan sesuai dengan perbuatan alam ,Tidak berlebihan dalam hal warna dan keindahan seni ,Cenderung meniru bentuk-bentuk di alam secara akurat menyerupai bentuk aslinya.
-Naturalisme
Aliran ini sangat memperhatikan keadaan alam. Aliran naturalisme mencoba memvisualisasikan sebuah keadaan alam ke atas sebuah kanvas. Ciri-ciri naturalisme antara lain : Tema alam lingkungan yang memiliki potensi tinggi ,Mengutamakan unsur-unsur keindahan sehingga hanya keadaan alam tertentu yang menjadi objek lukisan,Tidak banyak melibatkan ekspresi melainkan sebuah objektif yang nyata,Cenderung selalu menampilkan unsur alam yang objektif.
– Ekspresionisme
Aliran seni lukis ini memandang dan mengungkapkan kebebasan jiwa sebagai dasar ungkapan yang ditungkan dalam sebuah kanvas. Dengan gaya seperti itu, aliran ini memiliki ciri-ciri : Mengutamakan tema berdasarkan kebebasan ,Cenderung selalu memberikan efek yang bisa diambil dari kasat mata.
– Impresionisme
Aliran seni lukis ini mengungkapan sebuah lukisan berdasarkan kenyatan alam yaitu murni yang berasal dari temuan objek alam sekitarnya dengan pertimbangan berdasarkan kondisi alam yang diinginkan. Ciri-ciri aliran ini antara lain : Karya cenderung tidak mendetail tanpa garis penegas ,Obyek yang dihasilkan agak kabur Obyeknya sangat alami.
-Abstrak
Aliran seni lukis yang beranggapan bahwa dalam setiap gambarnya tidak ban yak bentuk yang tidak menyamai bentuk dari alam melainkan imajinasi dari sang seniman sendiri. Ciri-ciri : Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam ,Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.
BAB II - SENI PATUNG
 
Pengertian dan fungsi patung Patung merupakan karya seni berdimensi tiga. Seni patung disebut juga plastic art maksudnya mudah dibebtuk sesuka hati
 
Berdasarkan tujuan pembuatannya patung ada enam macam yaitu: -Patung religi, sebagai sarana beribadah
-Patung monumen, untuk memperingati jasa seseorang atau peristiwa bersejarah
-Patung arsitektur, patung yang ikut aktif berfungsi dalam konstruksi bangunan
-Patung dekorasi, patung untuk menghiasai bangunan
-Patung seni, patung yang diciptakan untuk dinikmati bentuknya
-Patung kerajinan, patung hasil karya kerajinan
 
Corak patung Dilihat dari perwujudannya, ragam seni patung modern dapat dibedakan menjadi tiga corak , antara lain:
-Corak imitatif (realis/representatif) adalah tiruan dari bentuk alam (makhluk hidup). Perwujudan patung corak ini berdasarkan fisio plastik atau bentuk fisik baik anatomi, proporsi, maupun gerak.
-Corak deformatif, bentuknya telah banyak berubah dari tiruan alam, diubah menjadi bentuk baru berdasarkan imajinasi pematung.
-Corak nonfiguratif (abstrak), secara umum sudah banyak meninggalkan bentuk-bentuk alam untuk perwujudannya. Corak abstrak dipengaruhi oleh aliran konstruksi. Patung dipandang sebagai bentuk konstruksi, yaitu besi, plat, kawat, kayu, plastik dsb.
 
Media karya patung
1. Bahan
a.Bahan lunak, maksudnya adalah material yang digunakan empuk dan mudah dibentuk. Misalnya tanah liat,
plastisin, dan sabun
b.Bahan sedang, artinya tidak lunak dan ridak keras. Misalnya kayu waru, kayu sengon, kayu randu, dan kayu
mahoni
c.Bahan keras, dapat berupa kayu atau batu-batuan. Contohnya kayu jati, kayu ulin, batu granit, batu
andesit, batu marmer
Selain bahan-bahan tadi dalam membuat patung kita juga dapat membuat patung dari semen, pasir, kuningan, perunggu, emas, dsb.

2. Alat
a. Butsir
b. Meja putar
c. Pahat
d. Palu
e. Cetakan
f. Sendok adonan
 
Teknik membuat patung a. Teknit membutsit
b. Teknik memahat
c. Teknik mencetak
d. Teknik konstruksi

BAB III - MENGUBAH LAGU MODERN SECARA UNISONO

Lagu unisono terdiri dari satu melodi utama. Melodi merupakan rangkaian dari nada-nada yang telah dipilih untuk mewakili keinginan pencipta lagu agar sesuai dengan tema dan makna lagu tersebut. Solmisasi tangga nada terdiri dari : do re mi fa sol las si do. Pilihlah nada-nada yang mudah untuk dinyanyikan misalnya nada yang tidak terlalu jauh contoh do ke mi kemudian fa lalu melangkah ke re hal ini dapat dibantu dengan alat musik paiano atau keyboard. Tanpa kita sadari susunan nada yang telah dibuat tersebut akan menjadi sebuah rangkaian melodi baru yang bisa menjadi karya baru.
 
Lagu modern secara unisono dapat diubah dengan pemahaman tentang ciri dan jenis musik modern yang berkembangLagu modern secara unisono adalah lagu modern yang dibuat ke dalam bentuk satu suara atau perseorangan. Untuk dapat mengubah lagu modern secara unisono dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.
 
1. Tema Lagu
Tema lagu adalah intisari sebuah lagu yang akan disusun, tema lagu ini dapat dikembangkan dari kejadian sehari-hari seperti pangalaman hidup. Menentukan tema lagu yang akan menjadi garis besar dari isi lagu yang akan dibuat. tema lagu dapat disesuaikan dengan keinginan atau suasana hati, agar lebih mudah dalam mengembangkan tema nanti dalam tahap-tahap selanjutnya.
 
2. Menentukan Birama
Birama adalah bagian dari suatu baris melodi, yang menunjukkan berapa ketukan dalam bagian tersebut. Sebelum menotasikan melodi lagu yang akan dibuat ke dalam paranada, kita harus memilih birama yang akan menjadi patokan dari irama lagu untuk tiap barnya. Mulailah dengan birama yang banyak digunakan untuk musik modern yaitu 4/4. Birama 4.4 ini memiliki makna bahawa dalam tiap birama terdapat 4 ketuk dan 1 ketuknya not seperempat. Penentuan birama ini akan memudahkan kita dalam menggambarkan pola birama yang akan dibuat berikutnya.
 
3. Membuat Ritmik Lagu
Ritme merupakan aliran ketukan dasar yang teratur mengikuti beberapa variasi gerak melodi. Ritme dapat kita rasakan dengan mendengarkan lagu secara berulang-ulang. Pola irama musik memberikan perasaan ritmis karena pada hakikatnya irama adalah yang menggerakkan perasaan yang erat hubungannya dengan gerak fisik. Setelah selesai menentukan birama yang akan digunakan mulailah merangkai ritmik yang akan menjadi pondasi penempatan notasinya. Membuat ritmik lagu bisa dilakukan dengan bertepuk tangan sesuai dengan irama yang diinginkan kemudian tuliskan dalam garis paranada sesuai dengan not yang digunakan.
 
4. Melodi Lagu
Melodi adalah rangkaian sejumlah nada atau bunyi berdasarkan perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya. Melodi merupakan bentuk ungkapan penuh atau hanya penggalan ungkapan nada. Membuat melodi lagu bisa dimulai dengan memilih nada yang diinginkan sesuai dengan tema dan suasana yang diinginkan. Kegiatan ini bisa dibantu dengan menggunakan alat musik misalnya pianika atau piano atau alat musik melodis lainnya. Untuk pencipta lagu pemula cukup menggunakan nada dasar natural yaitu Do = C. Jalanya melodi ini berada sejalam dengan ritmik yang sudah ditentukan di atas, artinya melodi yang dibuat harus pas dengan dengan rimiknya secara hitungan dan nilai notnya.
 
5. Lirik Lagu
Lirik Lagu merupakan ekspresi seseorang tentang suatu hal yang sudah dilihat, didengar maupun dialaminya. Dalam mengekspresikan pengalamannya, penyair atau pencipta Lagu melakukan permainan kata-kata dan bahasa untuk menciptakan daya tarik dan kekhasan terhadap lirik atau syairnya. Lirik lagu dalam sebuah lagu berfungsi sebagai penjelas lagu yang disampaikan. Melalui lirik inilah sebuah lagu akan terasa lebih mudah menyentuh perasaan seseorang bahkan yang baru mendengarkannya.

Rangkuman Agama Katolik Kelas 9 SMP - Semester 1

BAB I - ORANG MENANGGAPI KARYA KESELAMATAN ALLAH

Sebagai orang beriman, kita harus untuk berani menunjukkan bahwa kebahagiaan dan keselamatan sejati hanya bersumber pada Tuhan. Sejak awal, Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dalam kebahagiaan dan keselamatan. Bahkan ketika manusia jatuh dalam dosa, jauh dari keselamatan, Tuhan berjanji akan mengutus seorang penyelamat yang akan membebaskan manusia dari penderitaan dan kematian akibat dosa.

Tuhan menghendaki semua orang diselamatkan. Namun tidak semua orang mau menerima keselamatan yang ditawarkan oleh Tuhan. Mereka lebih memilih keselamatan menurut mereka sendiri yang bersifat sementara dan tidak abadi, yaitu keselamatan duniawi yang bersifat semu.
  1. Contoh konkret keselamatan dari Allah misalnya: kerja keras para dokter yang mengobati pasien yang sakit, kasih dan perhatian orang tua terhadap anak-anaknya, tindakan para sukarelawan yang menolong orang-orang yang terkena musibah, kepedulian orang-orang yang tidak kita kenal ketika kita mengalami kecelakaan di tengah jalan dan sebagainya. Singkat kata, Allah ingin menyelamatkan manusia melalui kebaikan hati orang-orang di sekitar kita dan riwayat Nabi Nuh (Kejadian 6:9-22).
  2. Tanda keselamatan Allah yang paling nyata dan agung adalah kehadiran Yesus Kristus. Barangsiapa mengenal Yesus, ia mengenal Allah sendiri (Lih. Kol 1:19). Kehadiran Yesus menjadi penggenapan rencana keselamatan Allah bagi manusia.
  3. Selain itu Allah sebagai sumber keselamatan sejati, dapat kita jumpai dan rasakan melalui doa dan membaca Kitab Suci. Memlui doa, kita merasa dekat dengan Tuhan. Melalui bacaan Kitab Suci, kita makin mengenal dan memahami kehendak dan rencana keselamatan dari Allah.
Allah menghendaki agar semua orang selamat :
Dalam perumpamaan tentang domba yang hilang, Yesus berkata,”…Demikian juga Bapa mu yang disurga menghendaki agar tak seorangpun dari anak – anak ini hilang” (Mat 18:14). Juga dalam I Tim 2: 3-4 dikatakan,”Itulah yang baik dan yang berkenan pada Allah, Juru selamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan tentang kebenaran.

BAB II - ORANG BERIMAN HIDUP DI TENGAH MASYARAKAT

Ayat bacaan: 1 Petrus 2:12
“Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.”
Hak dan Kewajiban sebagai Anggota Gereja Kristiani
    1. Yaitu di dalam setiap perkumpulan termasuk dalam persekutuan Gerejani, setiap anggota yang ada di dalamnya selalu memiliki kewajiban dan juga hak yang bisa mereka laksanakan ataupun peroleh. Sebagaimana sebuah persekutuan atau perkumpulan yang di dalamnya banyak diatur tentang berbagai hak dan kewajiban dari para anggotanya, demikian pula Gereja Katolik. Gereja Katolik juga mengatur tentang hak dan kewajiban umat beriman untuk kelangsungan pelayanan dan hidup dari gereja dan jemaatnya.
    2. Dalam Gereja Katolik juga mengatur tentang hak dan kewajiban dari umat beriman untuk kelangsungan pelayanan dan hidup dari gereja dan jemaatnya. Kitab Hukum Kanonik memuat tentang hak dan kewajiban semua orang beriman Kristiani sebagai anggota Gereja yaitu yang dengan permandian menjadi anggota-anggota tubuh Kristus, dijadikan umat Allah dan dengan caranya sendiri mengambil bagian dalam tugas Kristus sebagai imam, nabi, dan raja. Dan oleh karena itu sesuai dengan kedudukan mereka masing-masing dipanggil untuk menjalankan pengutusan yang dipercayakan Allah kepada Gereja untuk dilaksanakan di dunia. (Kan. 204).
Bukan Memerintah Melainkan Melayani
(Mark 10:35-40)
35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!” 36 Jawab-Nya kepada mereka: “Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?” 37 Lalu kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.” 38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?”
39 Jawab mereka: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. 40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.”

Rangkuman Prakarya Kelas 9 SMP - Semester 1

BAB I - KERAJINAN FUNGSI HIAS

Tujuan Pembelajaran

1. siswa dapat menyampaikan pendapat tentang keragaman kerajinan fungsi hias sebagai ungkapan rasa bangga dan wujud rasa syukur kepada Tuhan serta bangsa Indonesia;
2.
siswa dapat membuat, menguji, dan mempresentasikan karya kerajinan fungsi hias di wilayah setempat berdasarkan teknik dan prosedur yang tepat dengan disiplin dan tanggung jawab.

Adanya dua musim di indonesia, yaitu musim hujan dan kemarau, menyebabkan penduduk Indonesia dalam menjalankan kehidupannya selalu beradaptasi dengan alam. Silih bergantinya kedua musim tersebut mengakibatkan masyarakat biasa hidup berpindah pindah sejak dahulu. Mulai dari berpindah tempat tinggal hingga berpindah kegiatan, seperti kegiatan bertani, berkebun, membuat kerajinan, bertukang, berburu, mencari ikan, berdagang, dan kegiatan lainnya yang disesuaikan dengan perubahan musim saat itu.

Bangsa Indonesia memiliki kekayaan dan keindahan tanah air serta budaya karena anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Bahan baku kerajinan banyak sekali tersedia di bumi Indonesia. Kekayaan alam dan budaya Indonesia merupakan modal munculnya keberagaman motif, bentuk, bahan, serta teknik pada karya kerajinan Indonesia. Budaya Indonesia yang unik dan memiliki ciri khas kedaerahan menjadi acuan yang dapat menjadi inspirasi dalam mengolah sumber daya tersebut sebagai produk kerajinan yang bernilai ekonomis. Berdasarkan perkembangannya, kerajinan sangat dipengaruhi oleh budaya luar sehingga dihasilkan bentuk dan corak produk yang beraneka ragam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang juga beraneka ragam.

Banyak kerajinan Indonesia yang telah dikenal di mancanegara. Katakan saja batik. Batik merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang tersebar ke seluruh pelosok negeri. Batik menjadi kebangaan Indonesia di dunia internasional sebagai warisan budaya nenek moyang yang patut dilestarikan, dipelajari, dan terus dikembangkan oleh setiap generasi.
Prinsip Kerajinan Fungsi Hias
Kerajinan merupakan bagian dari seni rupa terapan yang diartikan sebagai proses produksi yang melibatkan keterampilan manual dalam membuat benda-benda kebutuhan hidup yang dirancang untuk tujuan fungsional serta memiliki nilai keindahan.Selain untuk menghias dan kegunaan praktis, produk kerajinan dibuat untuk berbagai tujuan.

Di bawah ini diuraikan berbagai tujuan dari produk kerajinan.
1. Sebagai penghias, kerajinan yang dibuat semata-mata sebagai hiasan pada suatu benda atau sebagai pajangan suatu ruang dan tidak memiliki makna tertentu.
2 Sebagai benda dipakai, kerajinan yang dibuat berdasarkan tujuan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari.
3 Sebagai kebutuhan ritual, kerajinan yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual.
4. Sebagai kebutuhan simbolik, kerajinan tradisional selain sebagai hiasan juga berfungsi melambangkan hal tertentu yang berhubungan dengan nilai spiritual.
5. Sebagai kebutuhan konstruktif, kerajinan selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.
Keunikan Bahan Kerajinan Fungsi Hias
Sumber daya alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan tersedia sangat berlimpah. Setiap permukaan bumi memiliki ciri sumber daya alam yang berbeda satu sama lainnya. Seperti laut, sumber daya alam yang dihasilkan bebatuan, cangkang kerang, sisik ikan, tulang ikan, tumbuhan laut, dan sebagainya. Daratan Indonesia memiliki kekayaan alam di antaranya kayu, logam, bebatuan, tanah liat, tumbuhan (serat), dan masih banyak lagi.
Bahan dasar yang dapat digunakan sebagai kerajinan sudah dipelajari di kelas sebelumnya, yaitu dapat dibuat dari bahan alam, bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik. Semua bahan dapat diperoleh dari alam maupun diolah sendiri, bahkan hingga memanfaatkan bahan limbah yang ada di lingkungan sekitar. Seorang perajin hanya memerlukan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah produk kerajinan yang dapat dinikmati banyak orang dan bernilai jual.
Bahan-bahan yang dapat di uraikan :
a. Bahan Alam
Bahan alam adalah sesuatu yang terdapat di alam semesta. Bahan alam merupakan ciptaan Tuhan yang tersebar di bumi, baik di darat, di bawah tanah, maupun di bawah laut. Bahan alam yang dapat digunakan untuk produk kerajinan di antaranya: tanah liat, serat, batu,  kayu, bambu, rotan, kulit, logam, batu.
b. Bahan Buatan
Bahan buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dengan menggunakan bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam, untuk mendapatkan efek duplikasi bahan alam. Bahan buatan yang dapat dihasilkan untuk produk kerajinan di antaranya lilin, gips, fiberglass, sabun.
c.Bahan Limbah Organik
Bahan limbah organik merupakan limbah yang bisa dengan mudah diuraikan  atau mudah membusuk. Limbah organik mengan dung unsur karbon. Limbah organik dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
d.Bahan Limbah Organik
Bahan limbah anorganik, adalah jenis limbah yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa diuraikan atau tidak bisa membusuk. Limbah anorganik tidak mengandung unsur karbon. Contoh limbah anorganik yang dapat digunakan sebagai produk kerajinan di antaranya: karet ban, plastik, kaleng,kaca, logam besi/baja, pecahan keramik.
Modifikasi Produk Kerajinan Fungsi Hias 

Modifikasi merupakan merubah,menggayakan,nambah/menyederhanakan bentuk sesuatu.
1. Kerajinan Modifikasi Hasil Kombinasi Bahan atau Teknik
Karya modifikasi dapat dipadukan dengan beberapa bahan atau beberapa teknik,yang terpenitng adalah kedua bahan atau teknik yang dipadukan merupakan kegiatan menghias sebuah benda agar tampil lebih menarik dari sebelumnya.Karya hiasan dengan paduan teknik rajut dan sulam pita membuat karya ini menjadi lebih menarik.
2. Kerajinan Modifikasi Hasil
Para perajin yang biasa berkarya dengan satu jenis model karya, ia akan menemukan ra sa jenuh, apalagi jika peminat semakin  berkurang. Hal yang dapat dilakukan adalah mengkreasikan karya dengan modifikasi,baik dengan menyederhanakan atau menggayakan bentuk, teknik, atau dekorasinya agar terlihat sedikit berbeda. Penyederhanaan bentuk dapat menghasilkan karya yang unik dan berbeda dengan aslinya. Menggayakan bentuk seolaholah ada peningkatan kreativitas dalam karya, meskipun yang diubah hanya sebagian kecil saja.
3.Kemasan Produk Kerajinan Fungsi Hias Modifkasi
Pada Karya modifikasi kerajinan  dari bahan limbah organik, hal yang perlu diperhatikan adalah ukuran dari karya. Tidak semua karya kerajinan dapat dibuat kemasan. Terkadang karena ukurannya sangat besar karya tidak bisa dibuat kemasan. Oleh sebab itu, kemasan dapat dilakukan pada karya-karya yang berukuran kecil hingga sedang, yang mudah dibawa. Tetaplah mengikuti prinsip bahwa semua bergantung pada cocok tidaknya sebuah produk pada kemasannya. Perlu diingat keempat fungsi kemasan yang telah dibahas pada bagian terdahulu. Prinsip desain berkelanjutan tetap terus menjadi prioritas, meskipun yang dibuat adalah kemasan.

Rangkuman PKN Kelas 9 SMP - Semester 1

BAB I - DINAMIKA PERWUJUDAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA


A. Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa
    

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa telah disepakati oleh seluruh bangsa Indonesia. Akan tetapi, dalam perwujudannya banyak sekali mengalami pasang surut.

1. Masa Orde Lama
Pada masa Orde lama, kondisi politik dan keamanan dalam negeri diliputi oleh kekacauan dan kondisi sosial-budaya berada dalam suasana peralihan dari masyarakat terjajah menjadi masyarakat merdeka. Pancasila diterapkan dalam bentuk yang berbeda-beda pada masa orde lama. 

a. Periode 1945-1950
Pada periode ini, penerapan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup menghadapi berbagai masalah. Ada upaya-upaya untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Upaya-upaya tersebut terlihat dari munculnya gerakan-gerakan pemberontakan yang tujuannya mengganti Pancasila dengan ideologi lainnya. Ada dua pemberontakan yang terjadi pada periode ini :
1. Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI)
2. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia

b. Periode 1950-1959
Pada periode ini dasar negara masih tetap Pancasila, akan tetapi dalam penerapannya lebih diarakan pada ideologi liberalisme. Pada periode ini persatuan dan kesatuan mendapat tantangan yang berat dengan munculnya pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), dan Perwujudan Rakyat Semesta (Permesta) yang ingin melepaskan diri dari NKRI.

c. Periode 1959-1966
Periode ini dikenal sebagai periode demokrasi terpimpin. Pada periode ini terjadi Pemberontakan PKI pada tanggal 30 September 1965. Tujuan pemberontakan ini adalah kembali mendirikan Negara Soviet di Indonesia serta mengganti Pancasila dengan paham komunis.
2. Masa Orde Baru 

Era Demokrasi Terpimpin di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno mendapat tamparan yang keras ketika terjadi peristiwa tangal 30 September 1965. Yaitu Pemberontakan PKI membawa akibat yang teramat fatal bagi partai itu sendiri, yakni tersisihkannya partai tersebut dari arena perpolitikan Indonesia.
3. Masa Reformasi
Pada masa Reformasi, Penerapan Pancasila tidak lagi dihadapkan pada ancaman pemberontakan-pemberontakan yang ingin mengganti Pancasila dengan ideologi lain, akan tetapi lebih dihadapkan pada kondisi kehidupan masyarakat yang diwarnai oleh kehidupan serta bebas.

B. Nilai-Nilai Pancasila Sesuai dengan Perkembangan Zaman


Diterimanya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila dijadikan sebagai landasan pokok, landasan fundamental bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Pancasila terdiri atas lima sila yang pada hakikatnya merupakan lima nilai dasar yang fundamental.
1. Hakikat Ideologi Terbuka 

Ciri khas ideologi terbuka adalah nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani,moral,dan budaya masyarakat itu sendiri. Oleh sebab itu, ideoloi terbuka adalah milik dari semua rakyat, masyarakat dapat menemukan dirinya di dalamnya.
 2. Kedudukan Pancasila sebagai Ideologi Terbuka 
Keterbukaan Pancasila mengandung pengertian bahwa Pancasila senantiasa mampu berinteraksi secara dinamis, keterbukaan ideologi Pancasila mengandung nilai-nilai sebagai berikut:
a. Nilai Dasar
b. Nilai Instrumental
c. Nilai praksis

Pancasila sebagai ideologi terbuka secara struktual memiliki tiga dimensi
a. Dimensi Idealisme

b. Dimensi Normatif
c. Dimensi Realitas 

Berdasarkan dimensi yang dimiliki oleh Pancasila sebagai ideologi terbuka, maka ideologi Pancasila memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut :
a. Tidak bersifat utopis
b. Bukan merupakan suatu doktrin belaka yang bersifat tertutup
c. Bukan merupakan suatu ideologi yang pragmatis, yang hanya menekankan pada segi praktis-  praktis belaka tanpa adanya aspek idealisme.

Keterbukaan ideologi Pancasila harus selalu memperhatikan beberapa hal berikut.
a. Stabilitas nasional yang dinamis
b. Larangan untuk memasukan pemikiran-pemikiran yang mengandung nilai-nilai ideologi     marxisme,leninisme, dan komunisme
c. Mencegah berkembangnya paham liberal
d. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan masyarakat.
e. Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus


BAB II - POKOK PIKIRAN PEMBUKAAN UNDANG UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945

 
A. Hakikat Pokok Pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

 
Pembukaan Undang-Undang dasar negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengandung pokok-pokok pikiran. Pokok-pokok pikiran tersebut mengandung pokok-pokok pikiran yang menggambarkan suasana kebatinan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pokok-pokok pikiran tersebut mewujudkan cita hukum yang menguasai hukum dasar negara , baik tertulis maupun tidak tertulis.

Pokok-pokok pikiran tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pokok pikiran pertama: Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan (pokok pikiran persatuan)
2. Pokok pikiran kedua: Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (pokok pikiran keadilan sosial)
3. Pokok pikiran ketiga: Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan (pokok pikiran kedaulatan rakyat)
4. Pokok pikiran keempat: Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab (pokok pikiran Ketuhanan)
    

Empat pokok pikiran ini merupakan penjelasan dari inti alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1845. Atau dengan kata lain keempat pokok pikiran tersebut tidak lain adalah merupakan penjabaran dari dasar negara, yaitu Pancasila.

B. Arti Penting Pokok Pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Pokok-pokok pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 juga memiliki arti penting dalam konteks hukum dasar. Seperti diketahui, di samping Undang-Undang Dasar masih terdapat hukum dasar yang tidak tertulis yang juga merupakan sumber hukum, yaitu aturan dasar yang timbul dan terpelihara dalam praktik penyelenggaraan negara.

C. Sikap Positif terhadap Pokok Pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 di samping memuat aturan pokok yang diperlukan bagi negara dan pemerintah,berisikan pula dasar falsafah dan pandangan hidup bangsa. Hal tersebut telah berakar dan tumbuh berabad-abad lamanya dalam sejarah bangsa Indonesia serta telah diuji melalui perjuangan panjan dan penuh pengorbanan.
Mempertahankan pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, tidak hanya dilakukan dengan tidak mengubahnya. Namun yang tidak kalah penting adalah mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Setiap lembaga negara, lembaga masyarakat,dan warga negara wajib memperjuangkan pokok-pokok pikiran tersebut menjadi kenyataan.


BAB III - KEPATUHAN TERHADAP HUKUM

A. Hakikat Hukum 

Aturan yang berlaku di masyarakat adalah norma, yang terdiri dari norma agama,kesopanan,kesusilaan dan hukum. Sebagai salah satu norma yang berlaku di masyarakat hukum merupakan ujung tombak dalam penegakan keadilan.

1. Pengertian Hukum
Adapun pengertian hukum menurut beberapa ahli hukum, antara lain sebagai berikut.
a. Menurut Leon Duguit, hukum adalah aturan tingkah laku para anggota masyarakat, aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh suatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan apabila dilanggar menimbulkan reaksi terhadap orang yang melakukannya.
b. Menurut E.M. Meyers, hukum adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan, ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat,dan yang menjadi pedoman bagi penguasa-penguasaan negara dalam melakukan tugasnya.

c. Menurut S.M.Amin, hukum adalah kumpulan-kumpulan peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi-sanksi dan tujuan hukum itu adalah mengadakan ketertiban dalam pergaulan manusia, sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara.
d. Menurut J.C.T. Simorangkir, hukum itu ialah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib, pelangggaran terhadap peraturan-peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan yaitu hukuman tertentu.
 

2. Tujuan Hukum
Untuk memperjelas tujuan hukum, di bawah ini akan diuraikan tujuan hukum menurut teori dari para ahli.
a. Menurut Aristoteles (Teori Etis)
Tujuan hukum semata-mata mencapai keadilan. Artinya, memberikan kepada setiap orang, apa yang menjadi haknya.
b. Menurut Jeremy Bentham (Teori Utilitis)
Hukum bertujuan untuk mencapai kemanfaatan. Artinya hukum bertujuan menjamin kebahagiaan bagi sebanyak-banyaknya orang/masyarakat.
c. Menurut Van Apeldorn
Tujuan hukum ialah mengatur pergaulan hidup manusia secara damai. Hukum menghendaki perdamaian.

B. Penggolongan Hukum


Di Indonesia, hukum digolongkan berdasarkan tempat berlakunya,waktu pelaksanaannya,berdasarkan bentuknya,berdasarkan sumbernya,cara mempertahankannya,sifatnya,wujudnya,dan juga berdasarkan isinya.
1. Hukum menurut bentuknya
a. Hukum tertulis
b. Hukum tidak tertulis
2. Hukum menurut wilayah berlakunya
a. Hukum lokal
b. Hukum nasional
c. Hukum internasional
d. Hukum asing
e. Hukum gereja
3. Hukum menurut waktu berlakunya
a. Ius constitutum
b. Ius constituendum
4. Hukum menurut isinya
a. Hukum publik
b. Hukum privat
5. Hukum menurut fungsinya
a. Hukum materiil
b. Hukum formal
6. Hukum menurut sifatnya

a. Hukum yang memaksa
b. Hukum yang mengatur
 
C. Arti Penting Hukum yang Berlaku dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara

 
1. Memberikan kepastian hukum bagi warga negara
2. Melindungi dan mengayomi hak-hak warga negara
3. Memberikan rasa keadilan bagi warga negara

4. Menciptakan ketertiban dan ketenteraman

D. Kepatuhan terhadap Hukum dalam Kehidupan Bermasyarakat dan Bernegara

 
1. Perilaku yang Sesuai dengan Hukum
Kepatuhan hukum mengandung arti bahwa seseorang memiliki kesadaraan untuk:
a. memahami dan menggunakan peraturan perundangan yang berlaku
b. mempertahankan tertib hukum yang ada
c. menegakkan kepastian hukum
 

Adapun, ciri-ciri seseorang yang berperilaku sesuai dengan hukum yang berlaku dapat dilihat dari perilaku yang diperbuatnya:
a. disenangi oleh masyarakat pada umumnya
b. tidak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain
c. tidak menyinggung perasaan orang lain
d. menciptakan keselarasan

e. mencerminkan sikap sadar hukum
f. mencerminkan kepatuhan terhadap hukum
 

Berikut ini contoh perilaku yang mencerminkan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.
       a. Dalam kehidupan di lingkungan keluarga, diantaranya:
          *) Mematuhi perintah orang tua
          *) Ibadah tepat waktu
          *) Melaksanakan aturan yang dibuat dan disepekati keluarga
       b. Dalam kehidupan di lingkungan sekolah, diantaranya:
          *) Menghormati kepala sekolah,guru,dan karyawan lainnya
          *) Tidak menyontek ketika sedang ulangan
          *) Tidak terlambat hadir di sekolah
       c. Dalam kehidupan di lingkungan masyarakat, diantaranya:
          *) Melaksanakan setiap norma yang berlaku di masyarakat
          *) Melaksanaka tugas ronda
          *) Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti
       d. Dalam kehidupan di lingkungan bangsa dan negara, diantaranya:
          *) Bersikap tertib ketika berlalu lintas di jalan raya
          *) Ikut serta dalam kegiatan pemilihan umum
          *) Membayar pajak
    

2. Perilaku yang bertentangan dengan Hukum
       Berikut ini contoh perilaku yang bertentangan dengan hukum yang terjadi di lingkungan keluarga,sekolah,masyarakat,bangsa,dan negara.
        1) Dalam lingkungan keluarga, diantaranya:
            a. Mengabaikan perintah orang tua
            b. Ibadah tidak tepat waktu
            c. Bangun kesiangan
        2) Dalam lingkungan sekolah, diantaranya:
            a. Menyontek ketika ulangan
            b. Datang ke sekolah terlambat
            c. Bolos mengikuti pelajaran
        3) Dalam lingkungan masyarakat, diantaranya:
            a. Mangkir dari tugas ronda malam
            b. Mengkonsumsi obat-obat terlarang
            c. Melakukan perjudian
        4) Dalam lingkungan bangsa dan negara, diantaranya:
            a. Tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas
            b. Tidak berpartisipasi pada kegiatan pemilihan umum
            c. Merusak fasilitas negara dengan senjata