Saturday, February 20, 2016

Rangkuman SBK Kelas 9 SMP - Semester 1

BAB I - SENI LUKIS

Pengertian dari seni lukis
Seni lukis merupakan salah satu contoh seni rupa murni yang mengutamakan nilai estetika daripada nilai guna. Pada umumnya, sebuah karya seni lukis merupakan suatu gambaran atau ungkapan ekspresi dari seorang pelukis.

Jenis-jenis aliran seni lukis
-Romantisme
Aliran romantisme merupakan aliran seni lukis yang mengungkapkan sebuah kejadian atau peristiwa yang dianggap menarik dan istimewa. Karya aliran romantisme cenderung kaku dan statis. Berikut ciri-ciri aliran romantisme : Tema kejadian yang mengenaskan ,Ungkapan penuh gerak dan berlebihan ,Cenderung didramatisir ,Cenderung menggunakan warna-warna cerah.
-Realisme
Aliran realisme cenderung menghasilkan karya yang mengungkapkan fenomena nyata yang terjadi di alam dan kehidupan yang dialami secara objektif. Aliran ini merupakan bentuk sanggahan terhadap aliran klasisme yang statis dan romantisme yang berlebihan. Berikut ciri-ciri aliran realisme : Cenderung sesuai dengan fakta-fakat dan sesuai dengan perbuatan alam ,Tidak berlebihan dalam hal warna dan keindahan seni ,Cenderung meniru bentuk-bentuk di alam secara akurat menyerupai bentuk aslinya.
-Naturalisme
Aliran ini sangat memperhatikan keadaan alam. Aliran naturalisme mencoba memvisualisasikan sebuah keadaan alam ke atas sebuah kanvas. Ciri-ciri naturalisme antara lain : Tema alam lingkungan yang memiliki potensi tinggi ,Mengutamakan unsur-unsur keindahan sehingga hanya keadaan alam tertentu yang menjadi objek lukisan,Tidak banyak melibatkan ekspresi melainkan sebuah objektif yang nyata,Cenderung selalu menampilkan unsur alam yang objektif.
– Ekspresionisme
Aliran seni lukis ini memandang dan mengungkapkan kebebasan jiwa sebagai dasar ungkapan yang ditungkan dalam sebuah kanvas. Dengan gaya seperti itu, aliran ini memiliki ciri-ciri : Mengutamakan tema berdasarkan kebebasan ,Cenderung selalu memberikan efek yang bisa diambil dari kasat mata.
– Impresionisme
Aliran seni lukis ini mengungkapan sebuah lukisan berdasarkan kenyatan alam yaitu murni yang berasal dari temuan objek alam sekitarnya dengan pertimbangan berdasarkan kondisi alam yang diinginkan. Ciri-ciri aliran ini antara lain : Karya cenderung tidak mendetail tanpa garis penegas ,Obyek yang dihasilkan agak kabur Obyeknya sangat alami.
-Abstrak
Aliran seni lukis yang beranggapan bahwa dalam setiap gambarnya tidak ban yak bentuk yang tidak menyamai bentuk dari alam melainkan imajinasi dari sang seniman sendiri. Ciri-ciri : Seni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam ,Garis, bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.
BAB II - SENI PATUNG
 
Pengertian dan fungsi patung Patung merupakan karya seni berdimensi tiga. Seni patung disebut juga plastic art maksudnya mudah dibebtuk sesuka hati
 
Berdasarkan tujuan pembuatannya patung ada enam macam yaitu: -Patung religi, sebagai sarana beribadah
-Patung monumen, untuk memperingati jasa seseorang atau peristiwa bersejarah
-Patung arsitektur, patung yang ikut aktif berfungsi dalam konstruksi bangunan
-Patung dekorasi, patung untuk menghiasai bangunan
-Patung seni, patung yang diciptakan untuk dinikmati bentuknya
-Patung kerajinan, patung hasil karya kerajinan
 
Corak patung Dilihat dari perwujudannya, ragam seni patung modern dapat dibedakan menjadi tiga corak , antara lain:
-Corak imitatif (realis/representatif) adalah tiruan dari bentuk alam (makhluk hidup). Perwujudan patung corak ini berdasarkan fisio plastik atau bentuk fisik baik anatomi, proporsi, maupun gerak.
-Corak deformatif, bentuknya telah banyak berubah dari tiruan alam, diubah menjadi bentuk baru berdasarkan imajinasi pematung.
-Corak nonfiguratif (abstrak), secara umum sudah banyak meninggalkan bentuk-bentuk alam untuk perwujudannya. Corak abstrak dipengaruhi oleh aliran konstruksi. Patung dipandang sebagai bentuk konstruksi, yaitu besi, plat, kawat, kayu, plastik dsb.
 
Media karya patung
1. Bahan
a.Bahan lunak, maksudnya adalah material yang digunakan empuk dan mudah dibentuk. Misalnya tanah liat,
plastisin, dan sabun
b.Bahan sedang, artinya tidak lunak dan ridak keras. Misalnya kayu waru, kayu sengon, kayu randu, dan kayu
mahoni
c.Bahan keras, dapat berupa kayu atau batu-batuan. Contohnya kayu jati, kayu ulin, batu granit, batu
andesit, batu marmer
Selain bahan-bahan tadi dalam membuat patung kita juga dapat membuat patung dari semen, pasir, kuningan, perunggu, emas, dsb.

2. Alat
a. Butsir
b. Meja putar
c. Pahat
d. Palu
e. Cetakan
f. Sendok adonan
 
Teknik membuat patung a. Teknit membutsit
b. Teknik memahat
c. Teknik mencetak
d. Teknik konstruksi

BAB III - MENGUBAH LAGU MODERN SECARA UNISONO

Lagu unisono terdiri dari satu melodi utama. Melodi merupakan rangkaian dari nada-nada yang telah dipilih untuk mewakili keinginan pencipta lagu agar sesuai dengan tema dan makna lagu tersebut. Solmisasi tangga nada terdiri dari : do re mi fa sol las si do. Pilihlah nada-nada yang mudah untuk dinyanyikan misalnya nada yang tidak terlalu jauh contoh do ke mi kemudian fa lalu melangkah ke re hal ini dapat dibantu dengan alat musik paiano atau keyboard. Tanpa kita sadari susunan nada yang telah dibuat tersebut akan menjadi sebuah rangkaian melodi baru yang bisa menjadi karya baru.
 
Lagu modern secara unisono dapat diubah dengan pemahaman tentang ciri dan jenis musik modern yang berkembangLagu modern secara unisono adalah lagu modern yang dibuat ke dalam bentuk satu suara atau perseorangan. Untuk dapat mengubah lagu modern secara unisono dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.
 
1. Tema Lagu
Tema lagu adalah intisari sebuah lagu yang akan disusun, tema lagu ini dapat dikembangkan dari kejadian sehari-hari seperti pangalaman hidup. Menentukan tema lagu yang akan menjadi garis besar dari isi lagu yang akan dibuat. tema lagu dapat disesuaikan dengan keinginan atau suasana hati, agar lebih mudah dalam mengembangkan tema nanti dalam tahap-tahap selanjutnya.
 
2. Menentukan Birama
Birama adalah bagian dari suatu baris melodi, yang menunjukkan berapa ketukan dalam bagian tersebut. Sebelum menotasikan melodi lagu yang akan dibuat ke dalam paranada, kita harus memilih birama yang akan menjadi patokan dari irama lagu untuk tiap barnya. Mulailah dengan birama yang banyak digunakan untuk musik modern yaitu 4/4. Birama 4.4 ini memiliki makna bahawa dalam tiap birama terdapat 4 ketuk dan 1 ketuknya not seperempat. Penentuan birama ini akan memudahkan kita dalam menggambarkan pola birama yang akan dibuat berikutnya.
 
3. Membuat Ritmik Lagu
Ritme merupakan aliran ketukan dasar yang teratur mengikuti beberapa variasi gerak melodi. Ritme dapat kita rasakan dengan mendengarkan lagu secara berulang-ulang. Pola irama musik memberikan perasaan ritmis karena pada hakikatnya irama adalah yang menggerakkan perasaan yang erat hubungannya dengan gerak fisik. Setelah selesai menentukan birama yang akan digunakan mulailah merangkai ritmik yang akan menjadi pondasi penempatan notasinya. Membuat ritmik lagu bisa dilakukan dengan bertepuk tangan sesuai dengan irama yang diinginkan kemudian tuliskan dalam garis paranada sesuai dengan not yang digunakan.
 
4. Melodi Lagu
Melodi adalah rangkaian sejumlah nada atau bunyi berdasarkan perbedaan tinggi rendah atau naik turunnya. Melodi merupakan bentuk ungkapan penuh atau hanya penggalan ungkapan nada. Membuat melodi lagu bisa dimulai dengan memilih nada yang diinginkan sesuai dengan tema dan suasana yang diinginkan. Kegiatan ini bisa dibantu dengan menggunakan alat musik misalnya pianika atau piano atau alat musik melodis lainnya. Untuk pencipta lagu pemula cukup menggunakan nada dasar natural yaitu Do = C. Jalanya melodi ini berada sejalam dengan ritmik yang sudah ditentukan di atas, artinya melodi yang dibuat harus pas dengan dengan rimiknya secara hitungan dan nilai notnya.
 
5. Lirik Lagu
Lirik Lagu merupakan ekspresi seseorang tentang suatu hal yang sudah dilihat, didengar maupun dialaminya. Dalam mengekspresikan pengalamannya, penyair atau pencipta Lagu melakukan permainan kata-kata dan bahasa untuk menciptakan daya tarik dan kekhasan terhadap lirik atau syairnya. Lirik lagu dalam sebuah lagu berfungsi sebagai penjelas lagu yang disampaikan. Melalui lirik inilah sebuah lagu akan terasa lebih mudah menyentuh perasaan seseorang bahkan yang baru mendengarkannya.

No comments:

Post a Comment