BAB I - TEKS EKSEMPLUM
Teks eksemplum termasuk teks cerita (story genre) yang mengisahkan tokoh atau pelaku. Kisah tersebut diawali dengan pengenalan tokoh, kemudian dilanjutkan dengan insiden dan peristiwa yang dialami tokoh, lalu ditutup dengan interpretasi yang muncul dari dalam diri tokoh.
Sebagai sebuah karya sastra, teks eksemplum yang berisi pengalaman hidup manusia tidak akan dapat kamu baca dan pahami maknanya apabila tidak ditulis dalam bahasa Indonesia. Apabila teks sastra ini ditulis dalam bahasa lain (bahasa Inggris atau daerah), tentu tidak semua dapat kamu disampaikan penulisnya.
Struktur teks eksemplum terdiri atas :
1. orientasi
2. insiden
3. interpretasi
Orientasi merupakan bagian awal teks yang membicarakan pemain utama dalam teks tersebut. Insiden merupakan peristiwa yang berisi persoalan yang dihadapi tokoh utama di dalam kehidupannya. Interpretasi merupakan evaluasi dan akibat terhadap pilihan yang dilakukan oleh tokoh utama sehingga memberi pembelajaran pada dirinya. Bagian ini merupakan pandangan penulis terhadap peristiwa dan kejadian yang dialami pelaku dan diharapkan akan menjadi pesan moral bagi partisipan.
Teks eksemplum memiliki unsur kebahasaan yang dapat membedakannya dengan jeni teks lain. Unsur kebahasaan itu meliputi :
a. Kata keterangan tempat, waktu, tujuan dan cara
Tujuan penggunaan kata keterangan itu tidak hanya untuk menghidupkan suasana dalam penceritaan, tetapi juga untuk mengisyaratkan bahwa cerita di dalam teks eksemplum terjadi secara berurutan.
b. Kata hubung intrakalimat dan antar kalimat
Pemahaman penggunaan kata hubung di dalam teks eksemplum sangat penting untuk memperlihatkan muatan interpersonal terhadap insiden atau peristiwa yang dialami tokoh.
c. Kalimat majemuk setara dan bertingkat
BAB II - TEKS TANGGAPAN KRITIS
Tanggapan kritis terhadap hal tertentu merupakan sikap wajar yang dimiliki oleh setiap manusia. Kekritisan tanggapan yang disampaikan sangat ditentukan oleh fakta, dta, dan alasan yang dapat meyakinkan orang lain. Tanggapan kritis yang disampaikan itu semakin bermanfaat jika disampaikan dengan data dukung lengkap yang dapat meyakinkan orang lain. Tanggapan kritis, baik tanggapan untuk mendukung maupun menolak pendapat yang suddah ada, disampaikan melalui bahasa lisan atau bahasa tulisan.
Tanggapan kritis juga dapat disampaikan lewat karya sastra seperti puisi dan cerpen. Melalui karyanya para sastrawan memainkan kata kata agar pendapat yang disampaikannya dapat dinikmati pembaca. Untuk lebih memahami teks tanggapan kritis, pada bagian ini kamu diajak untuk mengenali struktur yang menjadi bangunan teks tanggapan kritis. Teks tanggapan kritis memiliki 3 bagian struktur yaitu :
1. Evaluasi
2. Deskripsi teks
3. Penegasan ulang
Evaluasi merupakan bagian awal teks yang berisi pernyataan umum tentang apa persoalan yang disampaikan penulis. Deskripsi teks merupakan bagian tengah teks yang berisi informasi tentang alasan yang mendukung pernyataan dan yang menolak pernyataan. Sementara itu, penegasan ulang merupakan bagian akhir teks yang bersisi penegasan ulang terhadap apa yang sudah dilakukan dan diputuskan.
Ungkapan tanggapan dapat dibagi menjadi beberapa ungkapan berikut :
1. Ungkapan tanggapan yang menguatkan atau menyetujui pikiran penulis atau pelempar gagasan
2. Ungkapan tanggapan yang menolak atau tidak menyetujui pikiran penulis
3. Ungkapan tanggapan yang mengungkapkan sudut pandang orang lain
4. Ungkapan tanggapan yang menggambarkan simpulan dari data orang lain
5. Ungkapan tanggapan yang menggunakan gaya bahasa/majas
6. Ungkapan tanggapan yang menggunakan kata bilangan atau urutan informasi
No comments:
Post a Comment