Sebagai orang beriman, kita harus untuk berani menunjukkan bahwa kebahagiaan dan keselamatan sejati hanya bersumber pada Tuhan. Sejak awal, Tuhan menciptakan manusia untuk hidup dalam kebahagiaan dan keselamatan. Bahkan ketika manusia jatuh dalam dosa, jauh dari keselamatan, Tuhan berjanji akan mengutus seorang penyelamat yang akan membebaskan manusia dari penderitaan dan kematian akibat dosa.
Tuhan menghendaki semua orang diselamatkan. Namun tidak semua orang mau menerima keselamatan yang ditawarkan oleh Tuhan. Mereka lebih memilih keselamatan menurut mereka sendiri yang bersifat sementara dan tidak abadi, yaitu keselamatan duniawi yang bersifat semu.
- Contoh konkret keselamatan dari Allah misalnya: kerja keras para dokter yang mengobati pasien yang sakit, kasih dan perhatian orang tua terhadap anak-anaknya, tindakan para sukarelawan yang menolong orang-orang yang terkena musibah, kepedulian orang-orang yang tidak kita kenal ketika kita mengalami kecelakaan di tengah jalan dan sebagainya. Singkat kata, Allah ingin menyelamatkan manusia melalui kebaikan hati orang-orang di sekitar kita dan riwayat Nabi Nuh (Kejadian 6:9-22).
- Tanda keselamatan Allah yang paling nyata dan agung adalah kehadiran Yesus Kristus. Barangsiapa mengenal Yesus, ia mengenal Allah sendiri (Lih. Kol 1:19). Kehadiran Yesus menjadi penggenapan rencana keselamatan Allah bagi manusia.
- Selain itu Allah sebagai sumber keselamatan sejati, dapat kita jumpai dan rasakan melalui doa dan membaca Kitab Suci. Memlui doa, kita merasa dekat dengan Tuhan. Melalui bacaan Kitab Suci, kita makin mengenal dan memahami kehendak dan rencana keselamatan dari Allah.
Dalam perumpamaan tentang domba yang hilang, Yesus berkata,”…Demikian juga Bapa mu yang disurga menghendaki agar tak seorangpun dari anak – anak ini hilang” (Mat 18:14). Juga dalam I Tim 2: 3-4 dikatakan,”Itulah yang baik dan yang berkenan pada Allah, Juru selamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan tentang kebenaran.
BAB II - ORANG BERIMAN HIDUP DI TENGAH MASYARAKAT
Ayat bacaan: 1 Petrus 2:12
“Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.”
Hak dan Kewajiban sebagai Anggota Gereja Kristiani
- Yaitu di dalam setiap perkumpulan termasuk dalam persekutuan Gerejani, setiap anggota yang ada di dalamnya selalu memiliki kewajiban dan juga hak yang bisa mereka laksanakan ataupun peroleh. Sebagaimana sebuah persekutuan atau perkumpulan yang di dalamnya banyak diatur tentang berbagai hak dan kewajiban dari para anggotanya, demikian pula Gereja Katolik. Gereja Katolik juga mengatur tentang hak dan kewajiban umat beriman untuk kelangsungan pelayanan dan hidup dari gereja dan jemaatnya.
- Dalam Gereja Katolik juga mengatur tentang hak dan kewajiban dari umat beriman untuk kelangsungan pelayanan dan hidup dari gereja dan jemaatnya. Kitab Hukum Kanonik memuat tentang hak dan kewajiban semua orang beriman Kristiani sebagai anggota Gereja yaitu yang dengan permandian menjadi anggota-anggota tubuh Kristus, dijadikan umat Allah dan dengan caranya sendiri mengambil bagian dalam tugas Kristus sebagai imam, nabi, dan raja. Dan oleh karena itu sesuai dengan kedudukan mereka masing-masing dipanggil untuk menjalankan pengutusan yang dipercayakan Allah kepada Gereja untuk dilaksanakan di dunia. (Kan. 204).
(Mark 10:35-40)
35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!” 36 Jawab-Nya kepada mereka: “Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?” 37 Lalu kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.” 38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?”
39 Jawab mereka: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. 40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.”
No comments:
Post a Comment