BAB I - POTENSI DAN UPAYA INDONESIA MENJADI NEGARA MAJU
Indonesia dikenal sebagai negara dengan lokasinya yang strattegis. Posisinya berada diantara dua benua dan dua samudra sehingga dilalui jalur pelayaran internasional. Karena lokasinya juga, Indonesia merupakan negara tropis, dengan suhu dan curah hujan yang tinggi. Ini memungkinkan Indonesia memiliki beragam tumbuhan dan hewan sebagai sumber pangan dan obat obatan. Selain itu, Indonesia secara geologis terletak pada pertemuan tiga lempeng besar yaitu lempeng Eurasia, Pasifik, dan Hindia, sehingga memiliki potensi bahan tambang yang besar dan beraneka ragam
Selain kaya akan sumber daya alam, Indonesia juga kaya akan budaya. Kekayaan budaya tersebut menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai negara sehingga Indonesia menjadi daerah tujuan wisata. Semua potensi dan kekayaan tersebut merupakan anugerah Tuhan kepada bangsa Indonesia. Kita patut bersyukur atas semua anugerah tersebut.
A. Potensi Lokasi dan Upaya Pemanfaatannya
Secara astronomis, Indonesia terletak pada 95° BT - 141° BT dan 6° LU - 11° LS. Akibatnya, Indonesia memiliki iklim tropis yang ditandai dengan suhu dan curah hujan yang tinggi.
Secara geografis, Indonesia terletak antara dua benua dan dua samudra. Benua yang mengapit di Indonesia adalah Benua Asia dan Benua Australia. Samudra yang mengapit Indonesia adalah Samudra Pasifik dan Hindia. Posisi ini membuat Indonesia dilalui oleh jalur pelayaran internasional antarnegara dan antar benua.
Secara geologis, Indonesia berada pada jalur pertemuan tiga lempeng yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik dan Lempeng Hindia. Posisi tersebut membuat Indonesia memiliki banyak gunung api dan berbagai implikasinya, sehingga memiliki beragamnya potensi sumber energi dan mineral.
B. Potensi Sumber Daya Alam Indonesia
Potensi sumber daya alam Indonesia sangat besar dan beraneka ragam jenisnya, contohnya hutan, minyak, dan gas serta beraneka ragam jenis mineral seperti tembaga, nikel, dan timah. Disamping itu, Indonesia juga kaya akan sumber daya energi terbarukan seperti panas bumi, energi surya, angin, dan energi ombak. Kekayaan sumber daya alam juga tidak hanya di daratan tetapi juga banyak terdapat dilautan. Selain ikan, dilaut juga ditemukan minyak bumi, timah dan lain lain.
Kekayaan sumber daya alam Indonesia sebagian telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bangsa Indonesia. Sehingga lainnya masih berupa potensi yang belum dimanfaatkan karena berbagai keterbatasan seperti kemampuan teknologi dan ekonomi. Kekayaan sumber daya alam tersebut meliputi bahan tambang, hutan, laut, dsb.
C.Potensi Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia menjadi modal yang sangat penting dalam pembangunan. Sumber daya alam yang berlimpah tidak akan banyak artinya tanpa kesiapan sumber daya manusia. Beberapa negara maju didunia mampu meraih kemajuan dengan hanya mengandalkan sumber daya manusianya. Sumber daya alam yang terbatas tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk menjadikan negaranya sebagai salah satu negara maju di dunia. Indonesia memiliki keunggulan dari sisi jumlah penduduk dan tenaga kerja yang besar. Walaupun demikian, dari sisi kualitas, sumber daya manusianya harus terus ditingkatkan.
D. Potensi Budaya Indonesia dan Pemanfaatannya
Indonesia dikenal dengan kekayaan dan keragaman budayanya. kekayaan dan keanekaragaman budaya tersebut terbentuk melalui proses panjang melalui interaksi antarsuku di Indonesia maupun hasil persinggungan dengan budaya negara lain. Ketika Portugis datang ke Indonesia, persinggungan dengan budaya Erioa telah menambah kekayaan budaya bangsa Indonesia, demikian halnya ketika Belanda dan Jepang datang ke Indonesia. Para pedagang dari China dan India juga turut menambah kekayaan budaya. Akibatnya, Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat tinggi.
Keragaman budayanya dapat dilihat dalam beragam bentuk seperti :
1. Bahasa
2. Rumah adat
3. Tarian dan pertunjukan rakyat
4. Pakaian adat dan senjata tradisional
E. Sarana dan Prasarana Transportasi di Indonesia
Sarana dan prasarana transportasi berperan sangat penting dalam mendistribusikan barang dan jasa termasuk mobilitas manusia. Salah satu prasarana transportasi yang sangat penting dikembangkan adalah jalan, baik jalan raya maupun jalan kereta api. Keberadaan dan kualitas jalan yang baik akan sangat mendukung upaya percepatan pembangunan dan menarik minat investor dari luar untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
F. Karakteristik Negara Maju dan Upaya Indonesia Menjadi Negara Maju di Dunia
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju. Potensi lokasi, sumber daya alam, dan sumber daya budayanya yang sangat mendukung untuk menjadi sebuah negara maju. Sejumlah upaya terus dilakukan melalui berbagai aktivitas pembangunan. Berbagai keunggulan yang dimiliki Indonesia akan sia sia jika tidak memiliki kemampuan untuk mengelolanya. Oleh karena itu, peran sumber daya manusia menjadi sangat penting agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.
Karakteristik negara maju memiliki kriteria yang mencakup hal hal sebagai berikut :
a. Pendapatan per kapita yang tinggi
b. Tingkat kemiskinan yang rendah
c. Laju pertumbuhan penduduk yang rendah
d. Tingkat pendidikan penduduk yang tinggi
e. Kemajuan teknologi yang tinggi
f. Keadaan sosial budaya
g. Industrialisasi berkembang pesat
Upaya Indonesia menjadi negara maju sebagai berikut :
a. Peningkatan pendapatan per kapita
b. Peningkatan akses dan kualitas pendidikan
c. Penguasaan iptek
G. Contoh Negara Maju
Negara negara di dunia dapat dikelompokkan menjadi negara maju (developed countries), negara berkembang (developing countries), dan negara miskin (less developed countries). Kelompok negara negara maju seringkali diidentikkan dengan negara yang perkembangan ekonomi dan teknologinya sangat pesat. Namun, sebenarnya aspek sosial budaya juga menunjukkan perbedaan dengan kelompok negara yang belum maju. Berikut adalah contoh contoh negara maju di dunia : Jepang, Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.
BAB II - PERKEMBANGAN MASYARAKAT INDONESIA MENUJU NEGARA MAJU
A. Perkembangan Kependudukan
1. Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Sejak Kemerdekaan
Indonesia telah melaksanakan beberapa kali sensus penduduk. Sejak kemerdekaan, telah dilakukan enam kali sensus penduduk tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010. Sebelum kemerdekaan, sebenarnya Indonesia juga pernah dilakukan sensus yaitu tahun 1920 dan 1930. Pada tahun 1920, jumlah penduduk di Indonesia mencapai 34,3 juta jiwa dan tahun 1930 mencapai 60,7 juta.
2. Dampak Pertumbuhan Penduduk
Dampak positif pertumbuhan penduduk antara lain sebagai berikut :
a. Tersedianya tenaga kerja
b. Bertambahnya kebutuhan akan panganm sandang dan papan
c. Meningkatnya investasi atau penanaman modal
d. meningkatnya inovasi penduduk
Dampak negarif pertumbuhan penduduk antara lain sebagai berikut :
a. Meningkatnya angka pengangguran
b. Meningkatnya angka kriminal
c. meningkatnya angka kemiskinan
d. Berkurangnya lahan untuk pertanian dan pemukiman
e. Makin banyaknya limbah dan polusi
f. Ketersediaan pangan makin berkurang
g. Kesehatan masyarakat makin menurun
h. Berkembangnya permukiman tidak layak huni
3. Upaya Indonesia untuk Mengendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk
Upaya Indonesia untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk dilakukan dengan :
a. Urbanisasi
b. Transmigrasi
B. Perkembangan Politik
Sejak masa Kemerdekaan hingga awal reformasi (tahun 1998), keadaan politik di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan. Misalnya, Indonesia pernah menerapkan sistem demokrasi liberal, kemudian sistem itu diubah menjadi sistem demokrasi terpimpin. Perubahan perubahan tersebut tentu saja membawa pengaruh terhadap perkembangan politik di Indonesia.
1. Perkembangan Politik pada Awal Kemerdekaan
Perkembangan politik pada awal kemerdekaan meliputi hal hal berikut ini :
a. Pembentukan struktur pemerintahan yang lengkap
b. Perubahan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS)
c. Indonesia kembali menjadi negara kesatuan
2. Perkembangan Politik pada Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin
Perkembangan politik pada masa demokrasi liberal dan demokrasi terpimpin meliputi hal hal berikut ini :
a. Keadaan politik pada masa demokrasi liberal
b. Keadaan politik pada masa demokrasi terpimpin
3. Perkembangan Politik pada Masa Orde Baru
Keadaan politik Indonesia pada masa Orde Baru meliputi hal hal berikut :
a. Penataan stabilitas politik dengan membubarkan PKI dan organisasi massanya
b. Penyederhanaan partai politik
c. Pemilihan umum
d. Peran ganda (dwifungsi) ABRI
4. Perkembangan Politik pada masa Reformasi
Pemerintah pada masa Refirmasi telah berupaya melaksanakan berbagai pembenahan di bidang politik, antara lain :
a. Refornmasi dibidang ideologi negara dan konstitusi
b. Pemberdayaan DPR,. MPR, DPRD
c. reformasi lembaga kepresidenan dan kabinet
d. Pembaharuan kehidupan politik
e. Penyelenggaraan pemilu
f. Birokrasi sipil mengarah pada terciptanya institusi birokrasi yang netral dan profesional yang tidak memihak
g. Militer dan dwifungsi ABRI dihapuskan secara bertahap
h. Sistem pemerintah daerah dengan sasaran memberdayakan otonomi daerah dengan asas desentralisasi
C. Perkembangan Ekonomi
1. Perkembangan Ekonomi pada Awal Kemerdekaan
Upaya mengatasi masalah ekonomi yang memengaruhi keadaan di Indonesia pada awal kemerdekaan berikut ini adalah blokade laut dengan :
a. Melaksanakan program pinjaman nasional
b. Melakukan diplomasi ke India
c. Mengadakan hubungan dagang langsung keluar negeri
2. Perkembangan Ekonomi pada Masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin
Pada masa demokrasi liberal dan terpimpin, perekonomian Indonesia masih menghadapi berbagai masalah eknomi, seprti beban ekonomi dan keuangan yang harus ditanggung oleh Indonesia sebagaimana yang disepakati dalam Konferensi meja Bundar, deifist keuangan, serta upaya mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional yang tersendat sendat.
3. Perkembangan Ekonomi pada Masa Orde Baru
Pada masa Orde Baru, program ekonomi pemerintah lebih banyak tertuju kepada upaya penyelamatan ekonomi nasional terutama upaya mengatasi inflasi, penyelamatan keuangan negaran dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Dalam melaksanakan program ekonomi, pemerintah menetapkan kebijakan ekonomi dalam jangka penek dan panajng. progran tersebut dapat terlaksana dan brehasil menjadi ekonomi Indonesia berkembang pesat.
4. Perkembangan Ekonomi pada Masa Reformasi
Pada tahun 1997, Indonesia dilanda krisis keuangan dan terus berlanjut oada tahun tahun berikutnya, Melemahnya nilai tukar rupiah memicu terjadinya krisis ekonomi. Banyak perusahaan dalam negeri yang melakukan pinjaman luar negeri dalam dolar Amerika kesulitan membayar pinjaman karena nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika lemah.
D. Perkembangan Pendidikan
1. Perkembangan Pendidikan pada Awal Kemerdekaan
2. Perkembangan Pendidikan pada Masa Demokrasi Liberal
3. Perkembangan Pendidikan pada Masa Demokrasi Terpimpin
4. Perkembangan Pendidikan pada Masa orde Baru
5. Perkembangan Pendidikan pada Masa Reformasi
E. Perkembangan Budaya
Perkembangan budaya sebenarnya sudah terjadi sejak Indonesia belum merdeka, Banyak seniman yang melakukan perjuangan dengan menggunakan karya seninya sperti lukisan, puisi dan prosa. Dalam rangka melestarikan budaya nasional Indonesia, pemerintah melakukan usaha pengamanan budaya dan seni melalui inventarisasi, dokumentasi dan penelitian warisan budaya nasional, pembinaan dan pemeliharaan peninggalan peninggalan purbakala, serta mendaftarkan budaya nasional Indonesia ke UNESCO.
No comments:
Post a Comment